4 Sejarah Buddha yang Dapat Dipelajari dari Relief Candi Borobudur – Relief Candi Borobudur berisi kisah hidup Sang Buddha. Relief tersebut berada pada beberapa tingkat candi yang memiliki nama tersendiri. Semua relief tersebut memberikan pelajaran yang berharga bagi kehidupan manusia di dunia. Ajaran tersebut antara lain adanya karma, hukum yang adil, rela berkorban, dan perjuangan tanpa lelah.

Nah, sekarang saatnya Klepusher mengenal lebih jauh tentang candi Buddha terbesar di dunia ini. Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. Pembangunan candi tersebut membutuhkan waktu sekitar 100 tahun. Candi Borobudur pernah dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia. Candi ini disusun tanpa menggunakan semen atau perekat lainnya. Caranya adalah menggunakan batuan andesit yang disusun saling mengunci.

Sejarah Sang Buddha yang penuh pelajaran dapat Klepusher pelajari dari relief candi tersebut. Relief tersebut tersusun atas empat bagian berikut ini.

  1. Relief di kaki candi bernama Karmawibhanaga yang menceritakan sebab dan akibat perbuatan manusia.
  2. Lorong kedua sampai keempat bernama relief Lalistavistara yang menceritakan sejarah hidup Sang Buddha Gautama sejak lahir sampai dengan peristiwa khotbah pertama di Taman Rusa.
  3. Relief ketiga bernama Jatakamala-Awadana yang menceritakan sejarah Sang Buddha Gautama selama hidupnya.
  4. Dinding lorong kedua bernama relief Gandawyuha. Relief tersebut berisi cerita Sang Buddha Gautama selama berkelana.

Nah, Klepusher, perlu diketahui bahwa empat jenis relief tersebut mengandung beberapa pelajaran hidup yang sangat berharga. Berikut ini adalah 4 pelajaran yang dapat diambil dari sejarah Buddha pada relief Candi Borobudur.

-1. Adanya Karma Atas Perbuatan Manusia-


Adanya Karma Atas Perbuatan Manusia – 1.bp.blogspot.com

Ajaran Buddha sangat meyakini adanya karma yang ditimpakan kepada siapa saja atas perbuatan yang telah dilakukan. Pada bagian kaki candi, yaitu relief Karmawibhanaga, menceritakan sebab dan akibat atas perbuatan manusia saat ini dan di masa yang akan datang.

Berdasarkan karma, manusia yang berbuat baik akan dibalas dengan kebaikan. Sebaliknya, manusia yang jahat akan dibalas dengan kejahatan di masa yang akan datang.

-2. Ajaran Rela Berkorban dan Saling Menolong-


Ajaran Rela Berkorban dan Saling Menolong – shavana.shopp.co.id

Sang Buddha memiliki sikap yang berbeda dari makhluk lainnya. Sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddhartha, perbuatan baiknya sangat menonjol. Beliau rela berkorban dan menolong siapa saja yang membutuhkan. Beliau tetaplah pribadi yang berbudi baik dan berani mengorbankan dirinya untuk semua mkahluk sebelum reinkarnasi menjadi Sang Buddha.

-3. Kegigihan Menuntut Ilmu-


Kegigihan Menuntut Ilmu – indonesiadulu.files.wordpress.com

Lorong pada dinding kedua bercerita tentang usaha yang gigih untuk mencari pengetahuan tertinggi tentang suatu kebenaran. Sang Buddha berkelana tanpa lelah untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang di kemudian hari.

-4. Ajaran untuk Hidup dengan Damai-


Ajaran untuk Hidup dengan Damai – ajimachmudi.files.wordpress.com

Salah satu relief pada Candi Borobudur menggambarkan Siddharta yang mengalami empat perjumpaan. Beliau bertemu dengan orang tua, menderita, sakit, dan mati. Pada perjumpaan berikutnya, Sang Buddha bertemu dengan pendeta yang wajahnya damai. Umur yang makin tua, raga yang sakit, dan kematian tidak membuat sang pendeta sedih. Akhirnya, Sang Buddha ingin hidup damai dengan menjadi pendeta.

Cerita tersebut mengajarkan kepada manusia untuk meninggalkan kemewahan demi mendapatkan kedamaian. Sang Buddha mulai menyucikan diri dari keduniaan dan mendapatkan pencerahan sejati.

Selain 4 pelajaran dari relief Candi Borobudur di atas, Klepusher juga bisa mendapatkan pelajaran dari bentuk bangunan candi. Bangunan Candi Borobudur terdiri atas 3 tingkatan, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Klelpusher perlu tahu bahwa tingkatan candi tersebut juga memiliki makna tersendiri. Bagian bawah atau kaki candi dinamakan Kamadhatu. Artinya, pada level terbawah manusia masih dikuasai hawa nafsu. Bagian tengah Rupadhatu yang bermakna manusia masih terikat oleh bentuk dan muka. Bagian teratas Arupadatu. Manusia terbebas dari semua keinginan, pada bagian teratas ini tidak terdapat relief, hanya stupa saja karena sudah tidak ada lagi cerita yang bisa dituliskan. Pada level tertinggi, manusia hanya mengingat Tuhan.

Nah, relief Candi Borobudur ternyata memperlihatkan kinclongnya Indonesia di mata dunia. Indonesia memiliki budaya dan tradisi yang unik dan menakjubkan. Tidak hanya itu, budaya tersebut juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pelajaran.


Daftar Pustaka

http://www.sutrisnobudiharto.net/2014/03/mengenal-makna-relief-candi-borobudur.html

http://www.historiartikel.com/2017/08/isi-relief-candi-borobudur.html

%d bloggers like this:
Read more:
Taman Safari
Melongok Ragam Fauna Taman Safari Indonesia Di Balik Hijaunya Vegetasi Hutan

Melongok Ragam Fauna Taman Safari Indonesia Di Balik Hijaunya Vegetasi Hutan - Jika Cibodas merupakan pusat keanekaragaman hayati yang tida ternilai...

Dago Guest House Penginapan Murah Di Bandung
Penginapan Murah Di Bandung Untuk Backpacker Di Bawah 100 Ribuan

Penginapan Murah Di Bandung Untuk Backpacker Di Bawah 100 Ribuan - Sudahkah Anda menemukan penginapan murah di Bandung untuk backpacker?...

Close