Belajar Saling Menghormati dari Tradisi Buka Luwur di Kudus – Tradisi buka luwur merupakan acara rutin yang digelar setiap tanggal 10 Muharam di Menara Kudus. Acara tersebut bertujuan mengganti luwur ‘kelambu’ yang menutupi makam Sunan Kudus. Menariknya, tradisi tersebut berisi serangkaian acara yang penuh makna. Selain itu, ada pula budaya saling menghormati dari penyembelihan daging kerbau untuk acara tersebut.

Ziarah ke Makam Sunan Kudus akan menjadi sangat ramai di bulan Muharam. Mulai tanggal 1–10 Muharam, Menara Kudus sudah dipadati peziarah, baik dari dalam, luar kota, maupun daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Keramaian bulan Muharam di Menara Kudus juga terjadi karena persiapan warga untuk menjalankan tradisi buka luwur. Tradisi tersebut merupakan acara yang digelar dari dan untuk warga Kudus dan sekitarnya. Semua kebutuhan acara disediakan oleh masyarakat dengan cara bergotong-royong menyumbangkan kebutuhan acara. Misalnya, beras, bumbu masakan, kain mori, dan uang. Menjelang Muharam, warga Kudus dan sekitarnya sudah secara langsung datang ke lokasi di sekitar menara untuk menyumbang, tanpa undangan atau permintaan.

Warga yang menyumbang tersebut akan diberi kupon untuk mendapatkan nasi jangkrik. Nasi jangkrik yaitu nasi dengan lauk daging kerbau yang dibungkus daun jati. Nasi tersebut telah diberi doa selama proses buka luwur. Masyarakat Kudus percaya nasi tersebut dapat menyembuhkan segala penyakit karena berkah dari Sunan Kudus.

Selain nasi jangkrik, ada pula bubur sura yang dibagikan hanya untuk peserta pengajian dan panitia. Bubur sura merupakan bubur yang dibuat dengan tujuh jenis kacang, yaitu kacang tanah, kacang mede, kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang tolo, dan kacang bogor. Bubur tersebut disajikan pada malam pengajian buka luwur.

Budaya Saling Menghargai dari Daging Kerbau

Sunan Kudus telah mengajarkan budaya saling menghargai dengan cara tidak memperbolehkan menyembelih sapi. Pada awal masuk Islam, wilayah sekitar Menara Kudus dihuni oleh masyarakat Hindu. Mereka menganggap sapi adalah hewan suci. Masyarakat Kudus masih mematuhi tradisi dari Sunan Kudus sehingga sampai saat ini sebagian besar tidak menyembelih sapi.

Tidak hanya untuk buka luwur, saat Iduladha atau acara lain juga kerbau yang disembelih. Klepusher akan sulit mendapatkan daging sapi di Kota Kudus. Daging yang dijual di pasar adalah kerbau. Itulah simbol ajaran saling menghormati yang diajarkan Sunan Kudus dan masih dilestarikan sampai sekarang.

Rangkaian Acara Buka Luwur

Tradisi buka luwur berupa serangkaian acara pengajian, penggantian kelambu, dan pembagian nasi jangkrik. Acara disiapkan oleh panitia, yaitu masyarakat yang tinggal di sekitar Menara Kudus.

Agar Klepusher tidak penasaran, berikut ini adalah rangkaian acara buka luwur di Kota Kudus, Jawa Tengah.

  1. Acara diawali dengan penyucian keris milik Sunan Kudus. Air bekas cucian keris diperebutkan oleh orang-orang yang menyucikan keris mereka. Air tersebut dipercaya mengandung berkah dari Sunan Kudus.


Penyucian Keris di Kudus – jawapos.com

  1. Tanggal 1 Muharam dilakukan pelepasan luwur, yaitu kain mori putih yang menutupi makam Sunan Kudus. Pada tanggal tersebut mulai ramai para peziarah dari berbagai tempat di Indonesia.


Peziarah di Makam Kudus – 3.bp.blogspot.com

  1. Tepat tanggal 10 Muharam diadakan pengajian Sura dengan pembacaan ayat suci Alquran dan tahlil yang diikuti oleh para kiai dan undangan, yaitu tokoh-tokoh masyarakat di Kabupaten Kudus.


Tokoh-tokoh Masyarakat di Kudus – 1.bp.blogspot.com

  1. Acara dilanjutkan dengan penggantian kelambu yang dilakukan oleh para kiai dibantu panitia.


Pengantin Kelmabu di Kudus – dekorrumah.net

  1. Berikutnya adalah pembagian nasi jangkrik. Pembagian ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu dengan dan tanpa kupon. Jumlah warga yang ingin mendapatkan nasi jangkrik biasanya sangat banyak, apalagi yang tanpa kupon. Oleh karena itu, panitia memberikan durasi waktu mengantre mulai pukul 04.30 sampai dengan 10.00 WIB agar tidak berdesakan.


Pembagian Nasi Jangkrik – 4.bp.blogspot.com

Dari tradisi buka luwur di Kudus, Klepusher dapat menemukan kinclongnya Indonesia. Apakah kamu ingin mencoba nasi jangkrik dengan daging kerbau yang melambangkan budaya saling menghormati dari Kudus? Silakan Klepusher berkunjung ke sana pada tanggal 10 Muharam.

Daftar Pustaka

https://www.kompasiana.com/ulymaulina/tradisi-ritual-buka-luwur-makam-sunan-kudus_54f90b43a3331128318b4b87

http://www.harianjogja.com/baca/2017/09/30/hari-asyura-buka-luwur-sunan-kudus-disiapkan-855613

http://style.tribunnews.com/2016/10/12/buka-luwur-tradisi-mengganti-kain-penutup-makam-sunan-kudus-dan-bagi-bagi-nasi-jangkrik

%d bloggers like this:
Read more:
Pantai Pasir Putih Lhok Me. Keindahan di Balik Bukit Suharto

β€œMenu” tempat wisata alam di Aceh Besar berikut ini bisa jadi destinasi tempat wisata yang spesial. Ya, inilah Pantai Pasir...

Tempat Wisata Yang Digagas Ibu Tien Soeharto

Tempat Wisata Yang Digagas Ibu Tien Soeharto Ibu Tien memiliki nama lengkap Raden Ayu Siti Hartinah. Beliau merupakan seorang istri...

Close