5 Fauna Indonesia yang Punya ‘Kembaran’ di Negara Tetangga

Membicarakan tentang fauna, Klepusher pasti akan semakin takjub dengan betapa kinclongnya Indonesia.

Habitat, iklim, dan karakter fisik alam menjadikan satwa di Indonesia begitu beragam. Bahkan, di antaranya memiliki kembaran di negara tetangga, Australia! Fauna apakah itu?

  1. Kanguru Pohon
  2. Kuskus Tutul
  3. Ekidna/Landak
  4. Kasuari
  5. Cendrawasih
  • Kanguru Pohon

Sama-sama berkantung dan pandai melompat,

Klepusher juga bisa menemukan kanguru di Indonesia. Letak persebarannya berada di wilayah Papua dan sebagian kecil Queensland, Australia.

Di Indonesia, klepusher dapat menemukan Kanguru pohon di Taman Nasional Wasur di Merauke dan beberapa bagian Papua.

Ciri fisiknya berwarna coklat tua di bagian tangan dan punggung, serta putih keemasan di bagian leher dan perut.

Ekornya panjang dan mampu melompat antar dahan dengan jarak 9 meter!

Spesies Kanguru Pohon yang ada di Indonesia yaitu

  1. Mantel Emas (Dendrolagus pulcherrimus),
  2. Hias (D. goodfellowi),
  3. Ndomea (D. dorianus),
  4. Wakera (D. inustus), dan
  5. Seri (D. stellarum).

Fisik kanguru pohon yang berada di Indonesia sangat mirip dengan kanguru pohon yang ada di Australia.

  • Kuskus Tutul

Kuskus Tutul (Spilocuscus maculatus) merupakan fauna Indonesia yang wilayah distribusinya berada di Papua dan Cape York, bagian utara Australia.

Wujudnya mirip sekali dengan possum Australia (Trichosurus vulpecula) sebab ternyata mereka satu famili. Sesuai namanya, kuskus tutul memiliki tubuh berbulu coklat pendek dengan loreng putih-krem yang tak beraturan.

Hewan ini sangat pemalu, aktif di malam hari, dan tinggal di hutan hujan, bakau, atau hutan kayu dengan pepohonan lebat.

Sulit untuk menemukan kuskus tutul ini.

Meskipun tergolong Least Concern Animal pada status konservasi, kuskus banyak diburu untuk dimakan dagingnya.

Wah, tragis banget yah.

  • Ekidna/Landak

Fauna Indonesia – khasiat.co.id

Ekidna, Fauna Indonesia yang hanya bisa ditemukan di bagian selatan Pulau Irian dan sebagian besar Australia Utara.

Ekidna yang ada di Indonesia umumnya bermoncong panjang sedangkan di Australia dan tenggara Papua bermoncong pendek.

Ukurannya sebesar kucing peliharaan dan matanya besar berwarna kuning kemerah-merahan.

Tubuhnya yang dipenuhi duri dan ukuran moncongnya menyebabkan ekidna sering kali disandingkan dengan landak dan tapir.

Meskipun digolongkan sebagai mamalia, hewan ini berkembangbiak dengan cara bertelur. Kemudian, setelah anaknya menetas, lantas sang induk akan menyusui dari pori-pori kelenjar susu.

Sama seperti kuskus, ekidna juga senang hidup menyendiri. Jika merasa terancam, ia akan menggulung badannya seperti trenggiling.

  • Kasuari
Fauna Indonesia – i.ytimg.com

Hampir seperlima jenis burung di dunia berada di Indonesia, salah satunya Kasuari.

Ciri fisik Kasuari asal Indonesia yaitu

  1. Berbulu panjang hitam
  2. Leher dan wajah berwarna biru.
  3. Memiliki gelambir yang umumnya berwarna merah
  4. Jengger melengkung setengah lingkaran.
  5. Kakinya bersisik seperti ayam namun lebih tebal dan memiliki
  6. Cakar yang digunakan untuk menendang pemangsanya.

Sejak 1994, Kasuari sudah tergolong pada status konservasi satwa rawan kepunahan.

Habitatnya terdiri dari hutan hujan tropis.

Penyebaran hutan hujan tropis di Papua berada di Pulau Aru, Pulau Seram, dan wilayah selatan Papua

Tempat seperti ini juga ditemui di timur laut Australia.

  • Cenderawasih
Fauna Indonesia
Fauna Indonesia – hargaburung.id

Cendrawasih memiliki bulu dengan warna mencolok seperti kuning, biru, hijau, dan merah.

Disebut sebagai bird of paradise (Paradisaeidae), hewan ini menampilkan daya tariknya melalui bulunya yang cantik untuk mencari pasangan.

Habitat burung Cenderawasih adalah hutan hujan sehingga sering ditemukan di sebagian besar Indonesia timur dan ujung Australia timur.

Jenis bird of paradise yang berada di Australia ialah genus ptiloris (P.paradiseus).

Burung cenderawasih pernah diabadikan dalam mata uang Indonesia.

Tahun 1970-an Cenderawasih Kuning besar ada pada uang logam 50 rupiah.

Pada  tahun 1992, Cenderawasih Merah (Paradisaea rubra) tertera dalam uang lembaran 20 ribu rupiah.

Wah, ternyata Indonesia kaya fauna, ya!

Sayangnya beberapa habitat fauna Indonesia ini rusak oleh pembalakan dan perburuan liar sehingga status konservasinya semakin mengkhawatirkan.

Jika tidak segera ditangani secara nyata maka bisa saja generasi kita berikutnya hanya mengenal binatang-binatang ini sebatas nama saja.

Yuk sama-sama menjaga fauna Indonesia!

Read more:
Sunset di Pelabuhan Ratu
Ini dia, Deretan Teratas Tempat Wisata Pelabuhan Ratu yang Hits

Ini dia, Deretan Teratas Tempat Wisata Pelabuhan Ratu yang Hits - Pelabuhan Ratu adalah salah satu tempat atau daerah yang...

Memanfaatkan Daun Kelor Sebagai Penghilang Flek Hitam Di Wajah
Memanfaatkan Daun Kelor Sebagai Penghilang Flek Hitam Di Wajah

Ketika beranjak remaja, permasalahan seperti munculnya flek hitam seringkali terjadi. Tetapi kondisi seperti ini bisa diatasi dengan mudah, yakni dengan...

Close