Kesombongan adalah sifat yang sangat tidak terpuji.

Bahkan pelaku kesombongan bisa mendapatkan ganjarannya secara kontan di dunia.

Sombong merupakan salah satu sifat yang paling harus dihindari oleh setiap orang.

Karena sifat sombong sebenarnya hanya akan membawa petaka pada diri sendiri.

Lantas, apa sebenarny sombong?

Secara bahasa, SOMBONG berarti menghargai diri secara berlebihan.

Menghargai diri sendiri secara berlebihan bisa dengan berbagai hal.

  • Tidak mempedulikan orang lain yang sedang bercerita didepannya
  • Menganggap cerita tentang diri sendiri yang paling baik
  • Nyeritain orang-orang penting dikehidupannya
  • Suka Pamer
  • Bangga dengan segala pencapaian yang terwujud

Tapi tahukah kamu bahwa 4 hal ini adalah sumber dari kesombongan?

Harta

Harta sangat erat kaitannya dengan kekayaan.

Kekayaan dapat berupa benda-benda berharga seperti rumah, kendaraan, uang, kebun-kebun dan semisal.

Dan karena harta, seseorang bisa saja berbangga diri secara berlebihan atas apa yang telah didapatkannya dengan susah payah.

Jika rasa berbangga diri hinggap pada diri seseorang atas kelebihan harta yang dia miliki maka inilah tanda awal kesombongan.

Mari, kita introspeksi…!

Mungkin kamu pernah merasa lebih baik dari orang lain yang menginginkan hal yang sama tapi kamu lebih dulu mendapatkannya.

Atas pencapaian tersebut, kamupun menepuk dadamu sebagai tanda bangga terhadap apa yang kamu capai.

Jika sudah demikian, sekecil apapun rasa (berbangga diri) itu, sesungguhnya benih kesombongan sudah mulai tersemai dalam hati.

Allah telah memberikan contoh terbaik.

Salah satunya adalah kisah seorang hamba bernama Qorun.

Qorun dikisahkan sebagai manusia yang bergelimang harta.

Namun karena kesombongannya atas harta yang dimilikinya, Allah cukupkan dia menjadi contoh buruk bagi kita semua.

Kekuasaan

Kekuasaan bisa dalam bentuk kursi kepemimpinan, pemegang kebijakan dan yang memiliki kendali penuh.

Sesuatu yang disebut dengan Kekuasaan bisa juga dalam bentuk jabatan.

Terkadang, hal seperti ini disalah gunakan. Hal ini bisa memunculkan kezaliman yang nyata.

Contoh yang paling mudah adalah kekuasaan atas kerajaan yang dimiliki oleh Firaun.

Firaun sangat berkuasa. Seluruh rakyatnya tunduk kepadanya. Bahkan firaun menganggap dirinya sebagai tuhan.

Inilah kesombongan yang sangat dzolim.

Kemudian, Allah mengutus Nabi Musa untuk mengajak Firaun agar sadar dari kesombongannya dan mengajak pada tauhid.

Sayangnya, Firaun membantah perintah tersebut dan dia mati dalam kekafiran.

Bagaimana dengan kita?

Pernahkah kita sombong seperti Firaun?

Mungkin, kesemobongan karena memiliki kekuasaan yang absolut seperti dia? tidak!

Tapi Jabatan, Kedudukan, Kepemimpinan atas sesuatu membuat kita berbangga diri layaknya firaun “kecil”.

Jadi, janganlah berbangga diri atas kekuasaan dan kekuatan yang kita raih karena jerih payah kita.

Bersyukurlah atas apa yang diraih dengan mendekatkan diri kita kepada Allah Azza wa jalla, seperti Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman adalah raja Muslim yang bijak dan memiliki kekuasaan, kekayaan yang tiada banding.

Tapi semua yang dimilikinya tidak membuatnya lalai kepada Allah yang Maha Kuasa.

Baginda Raja Sulaiman justru meminta agar tetap bisa bersyukur dan diberikan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.

Itulah dua contoh baik bagi diri kita jika kita diberikan kekuasaan baik dalam bentuk jabatan, kedudukan, dan sebagainya.

Dua contoh tersebut adalah sebaik-baik contoh bagi diri kita bahwa kekuasaan, jabatan, kedudukan yang kita miliki adalah pemberian Allah.

Allah dapat memberikannya kepada siapapun yang dikehendaki dan mengambil dari siapa pula yang dikehendaki.

Kecerdasan (ilmu dan intelektual)

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna karena dibekali dengan kecerdasan yang terus berkembang dari zaman ke zaman.

Buktinya, hingga kini manusia telah mampu menguasai teknologi.

Lantas, mengapa kecerdasan, kepintaran atau (mungkin) bisa kita sebut dengan intelektual bisa menjadi sebab kesombongan?

Ya, merasa pintar, yang paling benar adalah salah satu bentuk kesombongan yang bisa kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari.

Di tempat kerja, dilingkungan RT ataupun RW atau tempat yang lainya pasti ada saja orang-orang yang seperti ini.

Ya seperti itu, maksudnya merasa yang paling jago.

Mungkin, kita bisa lolos dari 2 penyebab kesombongan di atas tapi belum tentu juga kita lolos dari sebab yang satu ini.

Ya, itu mungkin kesombongan-kesombongan kecil yang pernah dilakukan kita sebagai manusia biasa yang memang tak luput dari dosa.

Semoga saya dan pemmbaca tidak termasuk kedalam orang yang demikian yah.

Apalagi kalo mentang-mentang pinter sampai tidak mengakui adanya Allah.

Ini adalah kesombongan yang sangat besar.

Salah satu contoh mulia yang bisa kita ambil pelajaran darinya adalah Raja Zulkarnain.

Ketika Beliau berhasil membuat tembok pemisah antara Ya’juj dan Ma’juj dengan penduduk suatu negeri yang terbuat dari besi dan tembaga.

Kisah keberhasilan ini tertuang dalam surah Al-Kahf dalam ayat berikut:

Dia (Zulkarnain) berkata, โ€œ(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.โ€ (Al-Kahf: 98)

Keberhasilan yang diraihnya tidak membuatnya menjadi pongah, congkak, ataupun sombong.

Justru beliau berkata “ini adalah rahmat dari Tuhanku”

Kalimat tersebut menunjukkan rendah diri seorang hamba Allah atas keberhasilan suatu pekerjaan yang membuahkan hasil.

Terkadang kita sendiri sering keceplosan ketika ada pernyataan:

Wah, hebat yah, proyeknya sudah selesai… !?ย 

kemudian dengan entengnya kita berbangga diri dengan berkata:

“Jelas donk, siapa dulu yang ngerjain… !?”

Jika kita ingin mencontoh yang terbaik, Ucapan Raja Zulkarnain yang tersurat di atas adalah sebaik-baik contoh bagi diri kita.

Itulah kesombongan yang dapat dipicu karena kepinteran, kecerdasan atau yang semisal.

Kecantikan/Ketampanan

Mungkin kita bisa tahan dengan godaan dari 3 sebab-sebab kesombongan sebelumnya.

Namun bagaimana dengan kecantikan/ketampanan atau Kesempurnaan fisik?

Bagi wanita, dianugerahi dengan kecantikan yang luar biasa atau bagi pria yang dianugerahi ketampanan yang luar biasa pula.

Bisa saja timbul rasa bahwa dirinyalah yang paling sempurna (secara fisik). Sementara yang lain berada dibawahnya.

Hmmm, benarkah demikian?

Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Namun tahukah kamu bahwa Abu Lahab punya julukan lain yaitu wajah yang berbinar-binar alias ganteng.

Tapi apa yang dimilikinya tidak berarti apapun di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kesombongan yang dimilikinya menjadikannya orang yang dimurkai Allah hingga diabadikan dalam surat Al-Lahab.


Nah itulah 4 hal yang bisa menyebabkan kesombongan dalam diri kita.

Semoga kita dapat terhindar dari kesombongan meskipun memiliki salah satu atau salah semua ๐Ÿ˜€

Bagaimana menurut tanggapanmu mengenai 4 Hal ini, Penyebab Hinggapnya Sombong? Ada Tambahan?

Silahkan berikan tanggapan dan atau tambahan di kolom komentar ya… ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this:
Read more:
Wisata Budaya dan Sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat

Wisata Budaya dan Sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat -ย Pesona peninggalan sejarah masih banyak dicari oleh para pelancong. Mereka masih sangat...

Waduk Penjalin, Alternatif Liburan Penuh Warna di Brebes Berhias

Waduk Penjalin, Alternatif Liburan Penuh Warna di Brebes Berhias - Waduk Penjalin merupakan salah satu waduk yang ada di Kab...

Close