Jadikan Gempa Lombok Kemarin Itu Pengingat.

Bukan hanya pengingat, tapi penegur.

Karena Negara yang kita jadikan tempat tinggal ini sejatinya adalah laksana bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak.

Dan apa yang terjadi serta dialami oleh saudara kita di Lombok kemarin adalah satu “sentilan” pengingat bagi kita.

Pengingat bahwa kita harus tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi bencana alam (Gempa dan Erupsi).


Mari kita ingat-ingat lagi pelajaran Geografi-nya…!

Indonesia adalah negara yang dikelilingi oleh 2 jalur pegunungan.

  1. Pegunungan Mediterania
  2. Sircum Pasifik
Gambar 1. Peta Geologi Indonesia. Gambar dari researchgate.net

Keuntungan dari kondisi ini adalah. Negara kita Indonesia merupakan negara yang kaya raya dengan sumber daya alamnya.

Hampir seluruh daratan Indonesia bertabur tanah subur.

Bahkan, sangkin suburnya, Koes bersaudara menciptakan lagu yg terinspirasi dari suburnya negeri ini.

Yup…! Kolam Susu.

“Tongkat Kayu dan batu jadi tanaman”, itulah salah satu penggalan kalimat dalam lirik lagu yang biasa kita dengar.

Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara sampai ke Maluku adalah deretan pulau-pulau Indonesia yang dilalui jalur Pegunungan Mediterania.

Jalur ini Umumnya dipenuhi dengan gunung-gunung vulkanik yang masih aktif.

Ayo, kira-kira dari pulau-pulau yang saya sebut tadi, gunung apa saja yang hingga sekarang dikenal paling aktif?

Yup, Anakraktao dan Merapi.

Di Lombok, juga ada gunung vulkanik yang paling populer se-antero Indonesia.

Gunung Rinjani! Gunung yang selalu mendapatkan tempat di hati para pendakinya.

Ingat!, “Jadikan Gempa Lombok Kemarin Itu Pengingat”?

Gunung Rinjani adalah gunung vulkanik tertinggi kedua di Indonesia.

Gunung ini pernah mengalami erupsi dahsyat yang dampaknya bukan hanya area sekitarnya saja.

Tapi, seluruh dunia pernah merasakan dampak terburuk dalam sejarah letusan gunung berapi.

Horor Musim Dingin Vulkanik di abad ke 12 adalah peristiwa tak terlupakan bagi Pribumi Lombok akibat letusan Gunung Rinjani-Samalas.

Penurunan suhu udara global hingga hampir 1°C. Padahal, di angka 4°C Kebun Teh Kaligua Brebes sudah bertabur Tepung ES.

Ini seperti membawa bumi kembali ke Jaman Es.

Menurut jurnal yang dilansir oleh BBC, 30/09/2013, menuding Gunung Rinjani-Samalas adalah “pembunuhan masal” atas kematian 71.000 korban lebih.

“Buktinya sangat kuat dan menarik,” kata Prof Clive Oppenheimer, dari Universitas Cambridge, Inggris, kepada program Science In Action BBC .

Bahkan,

Prof Franck Lavigne, dari Pantheon-Sorbonne University, Prancis, mengira Letusan dahsyat tahun 1257 dari Gunung Api di Meksiko dan Selandia Baru.

Tapi, Kedua “tersangka” ini masih sangat jauh dari berbagai bukti. Dan, Hanya Gunung Samalas-lah yang sangat mungkin melakukan semua itu.

Bencana yang terjadi kala itu bukan hanya bumi berbedak abu vulkanik.

Gempa dahsyat pun mengiringi letusan Gunung Rinjani-Samalas.

Jika pada hari yang sama, pada tanggal 5 Agustus 2018 intensitas gempa bisa muncul 2-3 kali guncangan.

Maka, pada tahun 1257 silam hamparan Lombok diguncang gempa bertubi-tubi selama 7 hari.

Dan jika Gempa Lombok tahun ini mengangkat Lombok setinggi 15-40cm, letusan 760 tahun silam menyisakan kawah Segara Anak.

Dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya maka jadikan Gempa Lombok Kemarin itu Pengingat.

Bahwa kita harus siap menghadapi segala kemungkinan yang ada atas “hadiah” Sircum Pasific dan Sircum Mediterania.

Sebenarnya, Sircum Pasific dan Mediterania bukan satu-satunya “hadiah” bagi Indonesia.

Negara kita yang tercinta ini berada dalam “pelukan” 3 Lempeng.

  1. Lempeng Benua Eurasia.
  2. Benua Australia
  3. Pasifik

Karena 3 lempeng inilah yang mendasari keaneka ragaman hayati dan non hayatinya, singkatnya begitu.

Namun seiring dengan diberikannya anugrah kekayaan alam yang berlimpah, pergerakan dari 3 lempeng ini memicu bencana.

Jadikan Gempa Lombok Kemarin Itu Pengingat
Gambar 2. Peta Zona Penunjaman, Sesar Aktif dan Sesar Non Aktif. Sumber geomagz.geologi.esdm.go.id

Dan (mungkin saja) bencana alam yang terjadi akibat dari pergerakan 3 lempeng tersebut adalah Gempa Lombok yang kemarin itu.

Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab Gempa Lombok 7 SR itu terjadi.

Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan adalah yang berasal dari otoritas kegempaan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lebih punya otoritas menjelaskan bagaimana.

Maksudnya bagaimana rentetan sebab-musababnya secara ilimiah ditinjau dari ilmu pengetahuan.

Dilansir oleh idntimes (5/8), PVMBG dari Kementrian ESDM menjelaskan beberpa sabab-musabab terjadinya gempa Lombok ini.

  1. Runtuhnya endapan Gunung Api
  2. Pelapukan pelapukan sedimen

Endapan Gunung Api yang diperkirakan terbentuk dari 10 juta hingga 600 ribu tahun yang lalu mengalami keruntuhan.

Runtuhan endapan Gunung Api berumur Tersier hingga Kuarter inilah yang menyebabkan gempa Lombok.

Endapan atau sedimen ini mengalami pelapukan hingga akhirnya terjadilah penurunan yang berpotensi Tsunami.

Itulah sebabnya pihak BMKG memberikan peringatan dini sebab pusat gempa berada di laut.

Apapun penyebabnya, yang perlu kita ingat adalah dua hal di atas.

Yaitu, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini berada diantara 2 kekuatan alam yang dahsyat.

Sircum Pasifik dan Serkum Mediterania serta lempeng samudra dan benua.

Dua hal yang darinya Allah berikan kekayaan yang berlimpah dan “alarm” pengingat bahwa sewaktu-waktu bisa timbul bencana.

Hingga artikel ini dipublikasikan, Korban Gempa Lombok menyentuh angka 460 orang meninggal dunia.

Hingga sekarang belum ada berita resmi yang menyatakan bahwa pencarian korban Gempa Lombok kemain itu dihentikan.

Jumlah Korban Gempa Lombok masih saja terus bertambah.

Jadikan Gempa Lombok Kemarin Itu Pengingat bahwa bencana alam bisa terjadi kapan pun dan dimana pun.

Manusia bisa saja berencana, tapi ada Allah yang telah lebih dulu menciptakan Bumi beserta isinya.

Duka Lombok, duka kita juga.

Karena mereka adalah saudara sebangsa dan se tanah air.

Pray for Lombok.

Mari kita doakan agar saudara kita diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini dan segera diangkat segala beban mereka.

Amin…


Sumber:
Gunung Rinjani dan Kisah Letusan Terdahsyat Sejagat 7,5 Abad Silam
https://www.bbc.co.uk/news/science-environment-24332239
https://sains.kompas.com/read/2018/08/15/180200923/gempa-lombok–terjadi-penaikan-daratan-hingga-40-cm-ini-sebabnya
https://www.idntimes.com/news/indonesia/vanny-rahman/penjelasan-ilmiah-penyebab-gempa-70-sr-di-lombok/full

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this:
Read more:
Singgasana Raja Ciungwanara. Foto: @jelajahtasik
Objek Wisata Ciung Wanara

Situs Ciung Wanara - Satu lagi objek wisata di Jawa Barat yang kini banyak diminati oleh wisatawan dari segala penjuru...

Tradisi Unik Pasca kematian yang Hanya Ada di Indonesia

Tradisi Unik Pasca kematian yang Hanya Ada di Indonesia - Sebagai negeri yang kaya akan ragam budaya, Indonesia tentu memiliki...

Close