Wisata Budaya dan Sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat

Wisata Budaya dan Sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat – Pesona peninggalan sejarah masih banyak dicari oleh para pelancong. Mereka masih sangat penasaran dan tertarik ketika mendengar ada tempat wisata yang berhubungan dengan situs sejarah purabakala. Untuk itulah pesona candi, sebagai salah satu bentuk peninggalan sejarah, masih sangat besar. Salah satunya adalah Candi Cangkuang.

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan ketika kita memilih untuk berwisata sejarah mengunjungi candi. Salah satunya adalah untuk mengenang sejarah masa lampau. Karena masa depan ada setelah masa lampau. Selain itu juga untuk mengenalkan anak-anak tentang sejarah masa lampau yang membantu membangun peradaban negara yang dihuninya ini.

Pemandangan sekitar yang masih sangat alami menambah keindahan suasana wisata budaya dan sejarah ini. Hutan belantara yang masih asri di sekitar Candi Cangkuang menjadi bukti bahwa tempat wisata ini masih baru dan belum terjamah investor asing di Jawa Barat.

Wisata Budaya dan Sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat
Wisata Budaya dan Sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat. Instagram photo by twin_project16 • Jan 16, 2017 at 9:57pm UTC

Candi Cangkuang

Tempat wisata budaya dan sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat adalah salah satu candi yang terletak di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh para peneliti.

Candi ini merupakan jenis peninggalan peradaban Hindu. Pemandangannya pun tidak kalah pemandangannya dengan candi-candi lainnya. sehingga para pengunjung pasti akan merasakan kenyamanan dan ketenangan ketika mengunjungi candi ini.

Sebagai candi bersejarah, Candi Cangkuang ini memiliki aura yang sangat kuat dan menyimpan sejarah yang besar. Seakan candi ini akan mengatakan dan menceritakan apa saja yang telah dialaminya di masa lampau.

Keberadaan Candi Cangkuang ini pun sangat unik, karena candi ini berada di tengah-tengah sebuah danau yang juga bernama Danau Cangkuang, sesuai dengan nama wilayahnya. Sehingga jika ingin mencapainya, kita harus menggunakan rakit untuk menyeberangi danau tersebut.

Keunikan Candi Cangkuang

Keunikan tempat wisata budaya dan sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat daripada candi-candi yang lainnya adalah adanya sebuah makan yang ada di sampingnya. Letaknya pun berjajar, yakni sebuah makam dari Embah Dalem Arief Muhammad. Beliau adalah orang penting yang berkedudukan sebagai pemuka agama Islam serta leluhur di desa Cangkuang ini. Hal ini sangat unik dan menjadi pertanyaan besar hingga saat ini. Karena identitas candi ini adalah candi Hindu, tetapi kenapa ada makam tokoh Islam di sampingnya.

Namun hal tersebut malah menjadi keunikan tersendiri bagi tempat wisata ini. Bahkan untuk membuktikan sisi misterius dari candi ini, pada tahun 1974 dilakuakn pemugaran. Pemugaran berlangsung selama 2 tahun lamanya, alhasil kini bangunan candi menjadi lebih kokoh dan terlihat jelas bagian-bagiannya.

Sebelumnya diketemukan sebuah patung Dewa Siwa yang ada di dalam candi. Penemuan ini berlangsung lama, karena proses pengalian yang cukup rumit. Karena usia Candi Cangkuang yang sudah sangat tua, bentuknya pun sudah rusak. Banyak puing-puing candi yang berserakan. Sehingga pada saat pemugaran, pembangunan candi ditambah dengan bahan tambahan yang kemudian dibentuk sesuai dengan bentuk aslinya.

Berwisata Ke Candi Cangkuang

Kini para pengunjung bebas untuk bisa mengunjungi tempat wisata budaya dan sejarah Candi Cangkuang Jawa Barat sebagai situs kuno yang perlu dilestarikan ini. cukup dengan uang Rp 3.000,- saja sebagai biaya tiket masuk, kita sudah bisa menikmati keindahan pemandangan di sekitar candi.

Jam operasional dari tempat wisata Candi Cangkuang ini adalah dimulai pukul 07.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB. Jangan sampai terlewatkan untuk mengunjungi tempat bersejarah ini. Para peneliti sudah berusaha menemukan peninggalan nenek moyang. Sebagai generasi penerus setidaknya kita mau mengenal dan melestarikan. Jangan hanya membiarkan mereka ditemukan dan berdiri di atas bumi nusantara tanpa ada manfaatnya.